Sabtu, 06 November 2010

MODALITAS DALAM PEMBELAJARAN 1

Setiap anak yang dilahirkan dari bundanya dia memiliki fitrah yang ternyata tidak hanya sekedar bermakna suci atau bersih atau seperti kertas putih yang belum ada polesannya seperti teori tabularasa yang menyatakan bahwa anak lahir seperti kertas putih, tetapi lebih dari itu bahwa anak memiliki potensi yang hebat dari Yang Maha Kuasa, berupa sel syaraf yang sedemikian banyak hingga mencapai 100 M, dan setiap sel memiliki koneksitas dengan yang lainnya dari 2000 s/d 22000 sambungan (dendrit).
Dengan potensi yang ada tersebut, sel syaraf juga diberi sensor untuk menerima rangsangan dari luar dengan cepat untuk memahami hal yang terjadi. Hanya saja masing-masing memiliki kepekaan sendiri-sendiri strategi dasar yang dimiliki yang itu merupakan limpahan karunia dari Yang Kuasa. Sehingga tepat yang disampaikan Rasul :
كل مولود يولد على الفطرة

Bahwa setiap anak yang lahir dalam kondisi fitrah (memiliki potensi)
Sehingga Allah SWT juga berpesan dalam Al Qur'an Surat An Nisa' : 8 sebagai berikut ::
واليخش الذين لو تركوا من خلفهم ذرية ضعافا خافوا عليهم فاليتقواالله واليقولوا قولا سديدا
"dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)mereka oleh sebab itu mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan yang benar."
Setelah disimak dengan jeli ada pertanyaan yang menggelitik dari ayat di atas, kenapa diakhir ayat Allah menyarankan dengan kalimat "hendaklah mereka mengucapkan yang benar". Kalimat tersebut ternyata sebuah pesan yang hebat, manusia harus mampu menyampaikan dengan bahasa yang benar, metode yang benar dengan menyesuaikan modal dasar serta potensi yang ada.
Dan ternyata setiap anak memiliki daya serap dan metode yang berbeda-beda dalam melakukakan pembelajaran yang kemudian disebut sebagai modalitas.
Modalitas belajar adalah cara kita menyerap informasi melalui indera yang kita miliki. Masing-masing orang mempunyai kecenderungan berbeda-beda dalam menyerap informasi. Terdapat tiga modalitas belajar ini, yaitu Visual, Auditoriy dan Kinetethic.
Visual 
Modalitas ini menyerap materi dengan visual (idera penglihatan) terkait dengan warna, gambar, diagram. Pembelajar dengan modalitas seperti ini ciri-cirinya yang umum antara lain :
  1.  Suka membeca apa saja
  2. Mampu membaca dengan cepat
  3. Lebih suka membaca daripada dibacakan
  4. Suka membuat coretan-coretan saat berpikir, berpikir, mencatat dan menelpon
  5. Cenderung menyukai lukisan daripada musik
  6. Lebih suka mengirim SMS, memo, surat, atau e-mail daripada menelpon atau bicara langsung
  7. Lebih mudah mengingat apabila belajar langsung dari catatan/hand out/laporan daripada dibacakan atau dipresentasikan
  8. Suka memperhatikan detail tulisan atau laporan
  9. Tulisan tangan biasanya bagus
  10. Konsentrasi tidak terlalu terganggu oleh suara
Atau ada pendapat lain bahwa pembelajar ini ciri-cirinya :
  1. Mengingat apa yang dilihat daripada yang didengar 
  2. Suka mencoret-coret sesuatu, yang terkadang tanpa ada artinya saat di dalam kelas
  3. Pembaca cepat dan tekun
  4. Lebih suka membaca daripada dibacakan
  5. Rapi dan teratur
  6. Mementingkan penampilan, dalam hal pakaian ataupun penampilan keseluruhan
  7. Teliti terhadap detai
  8. Pengeja yang baik
  9. Lebih memahami gambar dan bagan daripada instruksi tertulis
Adapun dari ciri-ciri fisik menurut Sutanto Windura (2008) antara lain 
  • Penampilan cenderung necis
  • Presentasinya rapi, deati dan tampilan slidenya bagus
  • Cenderung menggunakan pernapasan dada
  • Saat berpikir bola mata sering bergerak-gerak ke atas
Sedangkan dari cara bicaranya dapat ditelaah :
  1. Tutur bicaranya cepat 
  2. Nada suaranya cenderung tinggi
  3. Tahu apa yang mau dikatakan, tetapi kadang-kadang susah menemukan kata-kata yang cocok
  4. Manggunakan kata yang  bernuansa penglihatan , seperti : "mari kita lihat lebih teliti lagi", " nanti kita lihat apakah  dia benar atau salah", " saya punya sudut pandang yang berbeda","tolong cermati apa yang saya sampaikan" dan lain-lain.

Tidak ada komentar: